The Student’s Complete Guide to Branding Yourself
(Petunjuk
Lengkap Untuk Membangun Personal Brand Pada Mahasiswa)
Ketika kamu melamar untuk suatu pekerjaan, ketahuilah, ada puluhan, atau
bahkan ratusan pelamar lain sedang melamar pekerjaan yang sama denganmu. Jika
kamu adalah mahasiswa, kompetisi yang akan kamu hadapi bahkan lebih brutal lagi:
ada banyak teman sebayamu yang akan berebut pekerjaan yang sama denganmu. Jadi,
bagaimanakah membuat dirimu berbeda? Begaimana membuat orang yang akan
mempekerjakanmu bisa mudah mengingatmu?
Jawabannya adalah: buatlah personal brand untuk dirimu
Sebagai seorang mahasiswa, ide untuk membranding dirimu bisa jadi nampak
berlebihan. Bagaimana kamu membuat brand untuk dirimu ketika kamu bahkan belum
bekerja profesional dalam suatu bidang tertentu. Atau bahkan, branding itu
sendiri artinya apa yah?
Melakukan branding untuk dirimu berarti, membuat dirimu dikenal karena
kemampuanmu. Hal ini akan membuatmu percaya diri untuk membicarakan tentang apa
yang menjadi kelebihanmu, dan membantumu untuk terhubung dengan orang-orang
yang bisa membantumu untuk membangun karirmu. Hal ini akan memudahkanmu untuk
mengenali di mana kelebihanmu, sehingga membuatmu berbeda dari kebanyakan
orang.
Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang langkah demi langkah proses
membangun brand untuk dirimu sebagai mahasiswa. Kita akan bahas mengenai
bagaimana cara membangun brand mu, bagaimana mengkomunikasikannya, dan
bagaimana menggunakannya untuk meraih berbagai kesempatan yang fantastik.
Apakah Brand-mu?
Personal brand mu dibangun dari karakteristik, penampilan, harapan, dan
keterampilan yang kamu miliki. Inilah yang disebut reputasimu. Kamu ingin
reputasimu kuat dan dikenal secara positif, maka kamu harus mengungkapkannya
secara positif seiring bertambahnya jaringanmu.
Suka atau tidak, sesungguhnya kamu telah memiliki reputasi. Berkembangnya
reputasimu adalah adalah sesuatu yang tak dapat dielakan, tak peduli kamu
menginginkannya atau tidak. Melakukan branding terhadap dirimu berarti, kamu
memegang kontrol atas reputasimu, sehingga kamulah yang mengatur persepsi orang
lain tentang dirimu. Tanpa personal branding yang efektif, reputasimu akan
berkembang secara liar, berdasarkan persepsi orang lain akan dirimu.
Menciptakan Brand-mu
Langkah pertama dalam membangun personal brand adalah mengenali atribut
terbaik yang ada pada dirimu.
Duduklah dengan pena dan selembar kertas, dan buatlah daftar kelebihanmu
yang paling menonjol. Jangan berfikir terlalu keras untuk hal ini – apa yang
muncul pertama kali dalam benakmu bisa jadi itulah aset terbaik mu.
Organisasi, antusiasme, dedikasi, kerjasama dalam tim, hal-hal semacam
inilah yang mungkin bisa kalian masukan dalam daftar. Pikirkan hal-hal tertentu
di bidangmu yang kamu kuasai dengan baik. Pikirkan tentang keterampilan dan
kemampuan yang membuatmu berbeda dari orang lain. Inilah yang akan menjadi
pondasi bagi brand mu.
Langkah berikutnya adalah menemukan bukti yang mendukung
kelebihan-kelebihanmu. Misal, jika kamu merasa bahwa dirimu adalah orang yang
sangat teratur, lalu adakah perilaku-perilakumu yang membuktikan klaim-mu
tersebut? Mungkin kemarin kamu pernah membuat sebuah rencana kerja untuk
menyelesaikan sebuah proyek kelompok, agar teman-teman kelompokmu tertib dan
tidak melenceng dari rencana. Jika kamu merasa bahwa dirimu seoang yang
antusias, maka buktikan itu. Mungkin kamu dulu waktu SMU pernah ikut organisasi
pers sekolah, fotografi, atau klub sains. Pernahkah kamu terlibat aktif dalam
proyek-proyek dalam organisasi sekolahmu dulu?
Ini seperti membuat sebuah resume. Kamu dapat mendaftar semua atribut
terbaikmu, tapi jika tanpa bukti pendukung, semuanya menjadi diragukan. Jadi,
selalu tambahkanlah bukti-bukti penguat pada setiap kelebihanmu yang telah kamu
daftar. Buatlah daftar tersebut agar mudah kamu pegang, karena hal ini akan
sangat membantu ketika kamu akan mempersiapkan diri untuk sebuah wawancara,
hadir dalam event-event dalam rangka menambah jaringan, atau menulis surat
lamaran
Mendefinisikan Dirimu
Jika kamu telah memiliki daftar kelebihanmu, itu artinya kamu telah siap
untuk mendefinisikan brand-mu. Pilihlah tiga atau empat skill terbaikmu beserta
bukti-buktinnya, lalu rubahlah menjadi sebuah kalimat yang mendeskripsikan
skill mu tersebut. Misalnya: “Saya adalah seorang pekerja keras dan sangat
antusias dalam bidang (misal: program komputer, fotografi, olahraga, bisnis,
dsb), yang selalu ingin menampilkan hal yang tebaik, di mana telah saya
buktikan dalam (sebutkan pencapaian nyata yang mendukung klaim mu tersebut)
Kamu tidak perlu membagi kalimat ini pada orang lain, akan tetapi hal ini
adalah pondasi bagi semua upaya branding yang akan kamu lakukan dari kini
hingga ke depannya.
Menampilkan Brand-mu
Ketika sebuah perusahaan sedang melakukan branding, mereka memastikan untuk
menampilkan brand nya di manapun mereka mampu. Sekarang, jika kamu telah
berhasil menciptakan pesan untuk merepresentasikan brand mu, maka lakukanlah
hal yang sama.
Resume dan Surat
Lamaran
Kamu pasti telah memahami bahwa dirimu harus membuat resume dan surat
lamaran yang berbeda untuk masing-masing pekerjaan yang akan kamu lamar. Tapi
sekarang, kamu telah memiliki brand mu, maka pastikanlah bahwa resume dan surat
lamaran yang kamu buat merefleksikan brand mu.
Tuliskan keterampilan dan kelebihan yang telah kamu pilih dalam surat
lamaranmu. Dalam resume mu, tuliskan pengalaman kerja yang mencerminkan
keterampilan-keterampilan tersebut. Ingat, bahwa keterampilan-keterampilan ini
adalah hal-hal yang membuatmu unik, sehingga menjadikanmu berbeda dengan
pelamar-pelamar lain.
Tampilan Online
Ketika kamu memasuki dunia profesional, mengatur identitas online mu
menjadi hal yang sangat penting. Orang yang akan mempekerjakanmu akan berusaha
mencari media sosial mu, dan jika ternyata tidak sejalan dengan brand yang
sedang kamu bangun, hal itu dapat menggagalkan banyak sekali upaya yang telah
kamu lakukan.
Oleh karena itu, begitu kamu telah menemukan brand-mu, mulailah mengedit
LinkedIn, Twitter, Facebook, dan media sosial lainnya, sebagai sarana untuk
mengkomunikasikan brand mu. Dengan semua tampilan media sosialmu menampilkan
brand yang sama tentang dirimu, maka kamu telah membangun sebuah brand yang
kuat. Di samping itu, mulailah untuk menghapus status, foto, gambar, dsb, yang
berpotensi untuk menghancurkan personal brand yang telah kamu bangun. Mulailah
berperilaku bertanggung jawab di intrnet.
Identitas Visual
Tampilan visualmu juga harus sesuai dengan brand yang kamu bangun. Hal ini
akan berdampak dalam banyak hal, dari caramu berpakaian hingga bagaimana caramu
menyusun resume.
Desain
Membangun brand yang kuat berarti: memiliki identitas visual yang kuat dan
konsisten. Tapi tenanglah, kamu tak harus jadi desainer untuk mewujudkannya.
Pertama, pastikan bahwa antara surat lamaran, resume, dan referensi
bersifat konsisten. Tak ada kontradiksi informasi antara satu dan lainnya. Pilihlah
dua jenis font yang akan kamu gunakan dalam segala hal, satu untuk judul dan
lainnya untuk isi. Buatlah header sederhana, namun berkarakter, yang dapat kamu
gunakan untuk semua dokumen tersebut (surat lamaran, resume, cv, dsb).
Jika kamu bekerja di suatu bidang yang membutuhkan portofolio, atau kamu
sudah melakukan upaya lebih dengan membuat website pribadi, maka kamu juga
harus membuat tampilannya agar konsisten dengan brand yang sedang kamu bangun. Apakah
secara online atau secara fisik, menjaga identitas visual agar saling konsisten
satu sama lain adalah satu upaya yang tepat agar kamu mudah diingat oleh pihak
yang akan mempekerjakanmu.
Pakaian dan Penampilan
Aspek ini sangat tergantung pada bidang industri yang kamu geluti. Hal ini
memiliki peran yang sangat penting. Caramu untuk menampilkan dirimu akan
merefleksikan reputasimu. Tidak selalu berarti bahwa kamu harus berpenampilan
formal dengan jas dan dasi, akan tetapi, caramu berpakaian adalah cerminan dari
seberapa rasa hormatmu kepada yang ada di sekelilingmu. Tak peduli apapapun
bidang kerja yang akan kamu geluti, berpakaian secara pantas akan berdampak
positif pada brand yang kamu bangun.
Terserah kamu untuk menampilkan dirimu seperti apa, dan seperti apa kamu
ingin dipandang oleh orang lain dengan penampilanmu tersebut. Akan tetapi,
tetap konsisten dengan penampilanmu adalah salah satu pondasi dari personal
brand mu.
Mewujudkan Brand mu
Kamu telah menemukan pondasi dari brand mu, kemudian dioperasionalkan dalam
kata-kata yang bisa diterapkan. Kamu telah yakin bahwa resume, surat lamaran,
portofolio, dan penampilan online mu kesemuanya telah mencerminkan brand yang sedang
kamu bangun. Selamat – kamu telah berada di jalan yang benar untuk memiliki
brand yang kuat dan sukses!
Langkah berikutnya adalah bagimana mempertahankan band mu tersebut.
Etika Kerja
Cara paling utama untuk mempertahankan brand mu adalah dengan berperilaku
sejalan dengan brand yang sudah kamu publikasikan. Sebagaimana telah kami
sampaikan di awal, reputasimu akan mengikutimu, jadi, tugasmu adalah memastikan
bahwa dirimu dapat memenuhi pengharapan-pengharapan yang telah kamu tetapkan
sebelumnya.
Dengan terus berusaha untuk mewujudkan berbagai kelebihan diri yang telah
kamu tentukan di awal, kamu akan menumbuhkan brand mu dan meraih reputasi
besarmu.
Jaringan
Jaringan adalah jalan terbaik untuk mendapatkan pekerjaan. Dan dengan brand
baru mu yang kuat, kamu akan selalu unggul dalam berbagai situasi jaringan.
Linkedin adalah jaringan online terbaik, tapi tidak akan bisa mengalahkan
event-event pertemuan langsung dengan orang lain. Carilah event-event pertemuan
lokal, buatlah kartu nama tercetak (pastikan itu cocok dengan identitas
visualmu), dan berangkatlah. Event-event semacam ini bisa jadi tidak
menyenangkan, akan tetapi, bisa jadi kamu akan bertemu dengan pemimpin-pemimpin
di bidangmu, dan sematkan namamu di sana. Maka kamu akan dikenal sebagai
seorang pekerja muda yang profesional dan penuh dedikasi.
Personal branding memang membutuhkan banyak upaya untuk dilakukan, akan
tetapi, imbalanya sangatlah berharga. Kamu akan membangun dirimu sebagai
individu yang teratur dan berdedikasi, untuk melakukan pekerjaan secara
sempurna di bidangmu. Kamu akan mulai dikenal untuk berbagai keterampilan dan
kelebihanmu, dan mulai membangun reputasi profesionalmu, yang akan terus mengikutimu
bertahun-tahun kemudian.
Komentar
Posting Komentar